Trenggalek – Sinergitas TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah kembali terlihat kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kali ini, Koramil 0806-03/Durenan dan Polsek Durenan mendampingi distribusi bantuan bibit tebu jenis bulu lawang dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek kepada Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rejeki di Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Senin (1/12/2025).
Bantuan bibit tebu tersebut merupakan bagian dari program peningkatan produktivitas tanaman tebu di wilayah sentra pertanian. Kehadiran aparat teritorial bertujuan memastikan distribusi berjalan tertib, tepat sasaran, serta bibit dapat segera ditanam sesuai jadwal musim tanam.
Di lokasi, Babinsa Sumbergayam Pelda Sunarman terlihat aktif memberikan pendampingan kepada para petani. Ia menegaskan bahwa sinergi TNI-Polri tidak hanya menyangkut keamanan, tetapi juga mendukung program prioritas pemerintah. “Pendampingan ini merupakan wujud dukungan kami kepada masyarakat, khususnya para petani, untuk meningkatkan produksi pertanian di wilayah binaan,” ujarnya.
Pelda Sunarman menerangkan bahwa tebu memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan Kecamatan Durenan. Selain bernilai ekonomi tinggi, tebu dinilai mampu menggerakkan rantai industri lokal sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. “Tebu bisa menjadi pilar penting bagi ketahanan pangan dan ekonomi wilayah,” imbuhnya.
Para petani Poktan Sumber Rejeki menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku terbantu dengan kehadiran TNI-Polri yang memastikan penyaluran bibit berjalan lancar. Dukungan langsung aparat membuat mereka semakin percaya diri mengembangkan tebu sebagai komoditas andalan desa.
Petugas Dispertapan Trenggalek Bidang Perkebunan Renata menyampaikan bahwa Desa Sumbergayam dipilih karena memiliki potensi lahan yang ideal untuk budidaya tebu. Pemerintah berharap bantuan bibit dapat memberikan hasil maksimal melalui pendampingan berkelanjutan. “Kolaborasi dengan aparat teritorial sangat penting untuk keberhasilan program ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Renata menekankan bahwa sinergi lintas lembaga tidak berhenti pada proses distribusi. Pendampingan juga direncanakan berlanjut hingga tahap perawatan, monitoring, hingga panen agar produktivitas meningkat dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah.
Dukungan serupa disampaikan Bhabinkamtibmas Sumbergayam Aipda Agus Suyani yang menegaskan komitmen Polri dalam menjaga transparansi penyaluran program bantuan pemerintah. Ia menilai sektor pertanian membutuhkan lingkungan yang aman dan kondusif. “Kami hadir untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Suasana gotong royong tampak saat warga bersama TNI-Polri menurunkan bibit dari armada bantuan. Kebersamaan yang terbangun menunjukkan kuatnya ikatan sosial masyarakat pedesaan dan menjadi momentum mempererat komunikasi antara aparat dan warga.
Dengan kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Sumbergayam diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu secara signifikan. Program tersebut menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui kerja sama dan pendampingan nyata di tingkat akar rumput.
Leave a Reply