Trenggalek – Sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah terus diperkuat di Kabupaten Trenggalek. Upaya tersebut terlihat dalam pelaksanaan apel gabungan pengamanan tradisi Lebaran Ketupat yang digelar di Kecamatan Durenan, Sabtu (28/3/2026), dengan melibatkan personel lintas instansi dan stakeholder terkait.
Kegiatan apel gabungan dipusatkan sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama perayaan Lebaran Ketupat, yang setiap tahun menjadi tradisi penting bagi warga Trenggalek. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan kamtibmas maupun potensi kerawanan lainnya.
Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., yang diwakili Pasilog Kapten Inf Wawan Iriyanto menegaskan bahwa kesiapan aparat gabungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya pada momentum tradisi keagamaan yang melibatkan konsentrasi massa cukup besar.
“Keberadaan pasukan pengamanan gabungan sangat menentukan kondusivitas daerah. Penyiagaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab kita dalam memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat yang merayakan tradisi ini,” ujar Kapten Wawan saat memberikan arahan kepada peserta apel.
Menurutnya, tradisi Lebaran Ketupat di Kecamatan Durenan memiliki karakteristik tersendiri karena selalu menarik antusiasme warga, baik dari dalam maupun luar daerah. Karena itu, koordinasi antarlembaga harus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh potensi kerawanan dapat dipetakan sejak awal, termasuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan pusat keramaian, serta kesiapan respons cepat bila terjadi situasi darurat.
Selain personel TNI dan Polri, apel gabungan juga melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat kecamatan, dinas terkait, serta elemen masyarakat yang turut mendukung terciptanya keamanan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengamanan terpadu yang efektif selama berlangsungnya kegiatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap sinergi yang terus terjalin antara aparat keamanan dan seluruh stakeholder mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan tradisi Lebaran Ketupat 2026. Dengan kesiapsiagaan personel di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan budaya dan silaturahmi warga diharapkan berlangsung tertib, nyaman, dan tetap menjaga stabilitas wilayah.
Leave a Reply