TNI Turun ke Sawah, Bantu Petani Trenggalek Lawan Hama Wereng

Trenggalek – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui aparat teritorialnya terus menunjukkan komitmen dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Peran tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah binaan, termasuk dalam upaya pengendalian hama tanaman padi yang menjadi salah satu ancaman utama produktivitas petani.

 

Di Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Babinsa Bogoran Sertu Mujianto anggota Koramil 0806-05/Kampak bersama Ketua PPL Desa Bogoran, Suhardi, turun langsung mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Among Kadang melaksanakan penyemprotan hama wereng, Selasa (3/3/2026).

 

Sertu Mujianto menegaskan, penyemprotan yang dilakukan merupakan bagian dari sinergi antara TNI dan petani dalam menanggulangi serangan hama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil panen padi. Menurutnya, keterlibatan Babinsa bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan petani di wilayah binaan.

 

“Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen TNI melalui peran Babinsa dalam membantu petani menjaga produktivitas pertanian,” tegas Sertu Mujianto di sela kegiatan. Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di tengah petani juga bertujuan memberikan motivasi serta memastikan langkah pengendalian dilakukan secara tepat dan terpadu.

 

Hama wereng dikenal sebagai salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang kerap menyerang lahan persawahan, terutama saat kondisi cuaca mendukung perkembangbiakannya. Serangan wereng dapat menyebabkan daun menguning, tanaman mengering, hingga gagal panen apabila tidak segera ditangani. Karena itu, koordinasi antara petani, penyuluh, dan aparat teritorial dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kerugian.

 

Ketua PPL Desa Bogoran, Suhardi, menegaskan bahwa kehadiran Babinsa menjadi energi tambahan bagi para petani dalam menjalankan setiap tahapan budidaya, mulai dari masa tanam hingga pengendalian hama. Ia menilai sinergi yang terjalin bukan hanya sebatas pendampingan, tetapi wujud nyata kepedulian yang memperkuat semangat gotong royong dan mempercepat solusi atas setiap persoalan di lapangan.

 

“Kami benar-benar merasakan manfaat dari peran aktif Babinsa yang selalu hadir bersama petani, dari awal tanam hingga menghadapi ancaman hama. Kolaborasi ini bukan hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga membuat penanganan kendala di lapangan menjadi lebih cepat, tepat, dan terarah,” ujar Suhardi.

 

Melalui kegiatan ini, Koramil 0806-05/Kampak menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah petani demi menjaga stabilitas produksi padi di Kecamatan Kampak. Upaya ini bukan sekadar pendampingan rutin, melainkan langkah nyata memastikan hasil panen tetap optimal dan ketahanan pangan daerah semakin kokoh.

 

Sinergi antara aparat teritorial, penyuluh pertanian, dan kelompok tani diharapkan menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dan inspiratif. Dengan kebersamaan yang solid, produktivitas pertanian dapat terus meningkat, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten Trenggalek secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*